Share it

Selasa, 05 Juli 2011

Konsep Pemberian Cairan dan Nutrisi Pada Bayi dan Anak


KONSEP PEMBERIAN CAIRAN DAN NUTRISI PADA BAYI DAN ANAK

A.     PENGERTIAN
Nutrisi ialah zat penyusun makanan yang diperlukan oleh tubuh untuk metabolism, yaitu air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral.
Melaksanakan pemberian makan yang sebaik-baiknya kepada bayi dan anak, bertujuan sebagai berikut:
a)      Memberikan nutrisi yang cukup untuk kebutuhan, memelihara kesehatan dan memulihkannyabila sakit, melaksanakan berbagai aktivitas, pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta psikomotor.
b)      Mendidik kebiasaan yang baik tentang memakan, menyukai, dan menentukan makanan yang diperlukan.

B.       JENIS – JENIS CAIRAN DAN NUTRISI

1.      Cairan  sehari – hari
·         ASI
Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sangat penting, mengingat : Air Susu Ibu adalah satu-satunya makanan dan minuman terbaik untuk bayi dalam masa empat bulan pertama kehidupannya.
Bayi harus segera disusui setelah lahir. Pada dasarnya setiap ibu dapat menyusui anaknya dan hendak nya disusui secara tepat.
Kandungan ASI nyaris tak tertandingi. ASI mengandung zat gizi yang secara khusus diperlukan untuk menunjang proses tumbuh kembang otak dan memperkuat daya tahan alami tubuhnya.
Kandungan ASI yang utama terdiri dari:

1. Laktosa

merupakan jenis karbohidrat utama dalam ASI yang berperan penting sebagai sumber energi . Selain itu laktosa juga akan diolah menjadi glukosa dan galaktosa yang berperan dalam perkembangan sistem syaraf. Zat gizi ini membantu penyerapan kalsium dan magnesium di masa pertumbuhan bayi.  
Laktosa berperan dalam membangun system syaraf dan juga asupan energy bagi bayi untuk beraktifitas. Laktosa akan dioleh oleh tubuh menjadi galaktosa dan glukosa sebagai bahan utama pertumbuhan syaraf.

2. Lemak
merupakan zat gizi terbesar kedua di ASI dan menjadi sumber energi  utama bayi serta berperan dalam pengaturan suhu tubuh bayi. Lemak di ASI mengandung komponen asam lemak esensial yaitu: asam linoleat dan asam alda linolenat  yang akan diolah oleh tubuh bayi menjadi AA dan DHA. AA dan DHA sangat penting untuk perkembangan otak bayi.  Lemak sangat penting dalam memberikan asupan energy kepada bayi, dan juga membantu bayi dalam mengatur suhu tubuhnya.
Ada dua macam lemak yang terkandung di dalam ASI yaitu lemak linoleat dan asam alda linoleat yang nantinya akan diproses oleh tubuh bayi menjadi AA dan DHA yang dominan membantu pertumbuhan otak bayi.


3. Oligosakarida
merupakan komponen bioaktif di ASI yang berfungsi sebagai prebiotik karena terbukti meningkatkan jumlah bakteri sehat yang secara alami hidup dalam sistem pencernaan bayi.


4. Protein
Komponen dasar dari protein adalah asam amino, berfungsi sebagai pembentuk struktur otak. Beberapa jenis asam amino tertentu, yaitu taurin, triptofan, dan fenilalanin merupakan senyawa yang berperan dalam proses ingatan. Protein adalah zat utama dalam pembentukan struktur otak bayi sehingga dapat meningkatkan kecerdasan bayi.


Komposisi zat utama dalam ASI:
1. Laktosa- 7gr/100ml.
2. Lemak- 3,7-4,8gr/100ml.
3. Oligosakarida- 10-12 gr/ltr.
4. Protein- 0,8-1,0gr/100ml.

Cara meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI:
a. Banyak minum dan mengkonsumsi cairan. Jangan lupa mengkonsumsi susu.
b. Memakai saputangan handuk yang diletakkan diantara bra dan payudara. Usahakan untuk selalu memakai baju berlengan.
c. minum kaldu ayam : 1/2 kg ayam + 1/4 kg jahe (dimemarkan), 4 batang lengkuas (dimemarkan), 1 buah jeruk nipis (ambil airnya), 1 liter air ,garam secukupnya. seluruhnya direbus sampai kira2 10 menit mendidih. diminum sebelum dan sesudah menyusui. hal ini dilakukan setiap harinya minimal selama pemberian asi ekslusif.
c. makan makanan yang bergizi. hindari terlambat makan.
d. mengkonsumsi sayur daun katuk dan kacang-kacangan.
e. istirahat cukup.jaga kestabilan emosi. usahakan selalu ceria, berpikiran positif dan menjaga semangat menyusui.

·      PASI dan MP-ASI
PASI ( Pengganti Air susu Ibu ) adalah makanan bayi yang secara tunggal dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi per-tumbuhan dan perkembangan bayi sampai berumur antara empat dan enam bulan, contohnya susu.

Cara memberikan PASI
:
Berikan PASI sesuai petugas kesehatan. Gunakan takaran dalam pengeceran PASI sesuai dengan label yang ada dalam kaleng PASI. Air yang digunakan untuk mengencerkan PASI adalah air yang sudah dimasak mendidih. Peralatan yang digunakan untuk mengencerkan dan memberikan PASI sebaiknya dibilas dengan air panas mendidih. Disamping pemberi an PASI, berikan makanan pendamping ASI setelah bayi berumur empat bulan. Segera setelah ibu sembuh, upayakan me-nyusui kembali. Untuk pemberian PASI sementara ibu sakit, usahakan tidak menggunakan botol dan dot, tapi gunakan gelas dan sendok agar bayi tidak bingung.

Kerugian akibat pemberian PASI
:
- Bagi Ibu :Tidak ekonomis dan tidak praktis
- Bagi Bayi :
1. Bayi tidak memperoleh zat kekebalan yang ada pada ASI, dengan demikian dapat meningkatkan resiko infeksi.
2. Ancaman kekurangan gizi, apabila diberikan tidak sesuai dengan ketentuan petunjuk penggunaan PASI.
3. Ancaman kegemukan, apabila diberikan secara berlebihan.
4. Lebih mudah terserang diare dan alergi.
5. Pertumbuhan mulut, rahang dan gigi tidak baik.
6. Mengurangi hubungan kasih sayang ibu dan anak yang dapat menghambat perkembangan mental selanjutnya.
Makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi yang diberikan kepada bayi/anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya selain ASI setelah umur 6 bulan, pada umur 4 – 6 bulan (masa transisi). Bayi terus minum ASI dan mulai diperkenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) (Departemen Kesehatan).

Menurut Departemen Kesehatan RI (2003 : 3), MP-ASI adalah makanan bergizi yang diberikan untuk memenuhi kecukupan gizinya.

Menurut Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia ( 2000 : 5 ):
-
 Makanan Pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi / anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
-
 MP-ASI diberikan mulai umur 6 bulan sampai 24 bulan.
-
 Semakin meningkat umur bayi/anak, kebutuhan zat gizi semakin bertambah untuk tumbuh kembang anak, sedangkan ASI yang dihasilkan kurang memenuhi kebutuhan gizi.
-
 MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian MP-ASI ke makanan keluarga, pengenalan dan pemberian MP-ASI harus melakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi / anak.
-
 Pemberian MP-ASI yang cukup kualitas dan kuantitas penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang sangat pesat pada periode ini.

2.      Cairan  yang ada pada RS (Rumah Sakit)
Jenis – jenis cairan:
ASERING
Indikasi:
Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut, demam berdarah dengue (DHF), luka bakar, syok hemoragik, dehidrasi berat, trauma.
Komposisi:
Setiap liter asering mengandung:
  • Na 130 mEq
  • K 4 mEq
  • Cl 109 mEq
  • Ca 3 mEq
  • Asetat (garam) 28 mEq
Keunggulan:
  • Asetat dimetabolisme di otot, dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati
  • Pada pemberian sebelum operasi sesar, RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus
  • Pada kasus bedah, asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi dengan isofluran
  • Mempunyai efek vasodilator
  • Pada kasus stroke akut, penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml RA, dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk edema serebral

KA-EN 1B
Indikasi:
  • Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui, misal pada kasus emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai, demam)
  • < 24 jam pasca operasi
  • Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV. Kecepatan sebaiknya 300-500 ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak
  • Bayi prematur atau bayi baru lahir, sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam

KA-EN 3A & KA-EN 3B
Indikasi:
  • Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas
  • Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)
  • Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A
  • Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B

KA-EN MG3
Indikasi :
  • Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas
  • Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)
  • Mensuplai kalium 20 mEq/L
  • Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L

KA-EN 4A
Indikasi :
  • Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak
  • Tanpa kandungan kalium, sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal
  • Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik

Komposisi (per 1000 ml):
  • Na 30 mEq/L
  • K 0 mEq/L
  • Cl 20 mEq/L
  • Laktat 10 mEq/L
  • Glukosa 40 gr/L

KA-EN 4B
Indikasi:
  • Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun
  • Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia
  • Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik

Komposisi:
  • Na 30 mEq/L
  • K 8 mEq/L
  • Cl 28 mEq/L
  • Laktat 10 mEq/L
  • Glukosa 37,5 gr/L


Otsu-NS
Indikasi:
  • Untuk resusitasi
  • Kehilangan Na > Cl, misal diare
  • Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum, insufisiensi adrenokortikal, luka bakar)

Otsu-RL
Indikasi:
  • Resusitasi
  • Suplai ion bikarbonat
  • Asidosis metabolik

MARTOS-10
Indikasi:
  • Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik
  • Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor, infeksi berat, stres berat dan defisiensi protein
  • Dosis: 0,3 gr/kg BB/jam
  • Mengandung 400 kcal/L

AMIPAREN
Indikasi:
  • Stres metabolik berat
  • Luka bakar
  • Infeksi berat
  • Kwasiokor
  • Pasca operasi
  • Total Parenteral Nutrition
  • Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit

AMINOVEL-600
Indikasi:
  • Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI
  • Penderita GI yang dipuasakan
  • Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar, trauma dan pasca operasi)
  • Stres metabolik sedang
  • Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm)
PAN-AMIN G
Indikasi:
  • Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan
  • Nitrisi dini pasca operasi
  • Tifoid

Pada anak dan bayi :
Air : Sesuai dengan berat badan
0-10 kg : 100 ml/kgBB
11-20 kg : 1000 ml/kgBB + 50 ml/kgBB diatas 10 kg
Lebih 20 kg : 1500 ml/kgBB + 20 ml/kgBB diatas 20 kg
Na+ : 2 mek/kgBB
K+ : 2 mek/kgBB

Keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran air
Air masuk : Air keluar
Minuman : 800-1700 ml Urine : 600-1600 ml
Makanan : 500-1000 ml Tinja : 20- 200 ml
Hasil oksidasi : 200- 300 ml “Insensible loss” : 850-1200 ml

C.     TAHAP-TAHAPPEMBERIAN NUTRISI SESUAI DENGAN USIA
1. Umur 0 – 4 Bulan
• Berikan Air Susu Ibu (ASI) sesuai dengan keinginan anak, paling sedikit 8 kali sehari, siang maupun malam.
• Jarngan diberikan makanan atau minuman lain selain ASI.

2. Umur 4 – 6 Bulan
• Berikan Air Susu Ibu (ASI) sesuai dengan keinginan anak, paling sedikit 8 kali sehari, siang maupun malam.
• Beri makanan pendamping ASI 2 kali sehari, tiap kali 2 sendok makan.
• Pemberian makanan pendamping ASI dilakukan setelah pemberian ASI.
• Makanan pendamping ASI adalah :
 Bubur tim lumat
Þ ditambah kuning telur/ayam/ikan/tempe/tahu/daging sapi/wortel/bayam/kacang hijau/santan/minyak.

3. Umur 6 – 12 Bulan
• Berikan Air Susu Ibu (ASI) sesuai dengan keinginan anak
• Berikan bubur nasi ditambah telur / ayam / ikan / tempe / tahu / daging sapi/ wortel / bayam / kacang hijau / santan / minyak.
• Makanan tersebut diberikan 3 kali sehari. Setiap kali makan diberikan sebagai berikut :
Umur 6 Bulan : 6 sendok makan
Umur 7 Bulan : 7 sendok makan
Umur 8 Bulan : 8 sendok makan
Umur 9 Bulan : 9 sendok makan
Umur 10 Bulan : 10 sendok makan
Umur 11 Bulan : 11 sendok makan
• Berikan juga makanan selingan 2 kali sehari diantara waktu makan seperti : bubur kacang hijau, pisang, biskuit, nagasari dan sebagainya.

4. Umur 12 – 24 Bulan
• Berikan Air Susu Ibu (ASI) sesuai keinginan anak
• Berikan nasi lembik yang ditambah telur/ayam/ikan/tempe/tahu/daging sapi/wortel/bayam/kacang hijau/santan/minyak.
• Berikan makan tersebut 3 kali sehari
• Berikan juga makanan selingan 2 kali sehari diantara waktu makan seperti: bubur kacang hijau, pisang, biskuit, nagasari dan sebagainya.

5. Umur 2 Tahun atau Lebih
2.       Berikan makanan yang biasa dimakan oleh keluarga 3 kali sehari yang terdiri dari nasi, lauk,pauk,sayur dan buah.
3.       Berikan juga makanan yang bergizi sebagai selingan 2 kali sehari diantara waktu makan seperti :
Þ Bubur kacang hijau
Þ Biskuit
Þ Nagasari
·         Cucilah tangan sebelum menyuapkan makanan anak.
·         Gunakan bahan makanan yang  baik dan aman, peralatan masak yang bersih dan cara memasak yang benar.

Anjuran Pemberian Makan untuk anak dengan Diare Persisten :
-     Jika masih mendapatkan ASI, berikan lebih sering dan lebih lama, siang dan malam.
-    Jika anak mendapat susu selain ASI :
Þ Gantikan dengan meningkatkan pemberian ASI atau
Þ Gantikan dengan setengah bagian susu dengan bubur nasi dan ditambah tempe, jangan diberi susu kental manis.
-     Untuk makanan lain, ikuti anjuran pemberian makanan yang sesuai dengan umur anak.

D.     MENENTUKAN JUMLAH CAIRAN DAN NUTRISI
Kebutuhan cairan relative besar pada anak-anak kecil, dalam hal ini dapat di kemukakan sebagai berikut:
a.       Bagi bayi berumur 3 hari setelah lahir antara 80-100 cc per kg BB
b.      Umur 10 hari antara 125-150 cc per kg BB
c.       Triwulan I sekitar 175 cc per kg BB
Setelah mencapai maksimum dengan bertambahnya umur kebutuhan mulailah menurun, untuk dewasa misalnya sekitar 40 cc kg BB. Kebutuhan air per 100 cc kal yang dibutuhkananak dan dewasa, di mana dewasa menetabolisme 100 kal perlu air relatif lebih banyak dari bayi, oleh karena itu bayi tidak dapat disamakan dengan dewasa sehubungan dengan metabolismenya. Jadi, kalori pada anak sebagian besar digunakan untuk metabolism.
Jumlah kalori yang dibutuhkan :
1.      Pada triwulan I telah terjadi pengurangan, yaitu 120 kal/ kg BB per hari
2.      Pada triwulan IV yaitu 100 kal/kg BB per hari
3.      Ketika umur 1-3 tahun, yaitu 1300 kal/kg BB
4.      Ketika umur 10-12 tahun, yaitu 2500 kal/kg BB
Pada umumnya makin besar umur maka relative kebutuhan kalori makin kurang per kilogram berat badan, juga kebutuhan akan cairan.
Cairan yang dibutuhkan oleh tubuh adalah air. Air sangat sedikit diabsorbsi dalam lambung, sedikit diabsorbsi di usus, sebagian lagi mulalui vuli-vuli lumphe, sebagian diabsorbsi. Eksresi 50% melalui ginjal, 3-10% melalui usus dan 40-50% melalui pernafasan.
      Skema :
Umur
BB
Air/24 jam
Air/kg BB /24 jam
3 hari
10 hari
3 bulan
6 bulan
9 bulan
1 tahun
2 tahun
4 tahun
6 tahun
10 tahun
14 tahun
18 tahun
3 kg
3,2 kg
5,4 kg
7,3 kg
8,6 kg
9,5 kg
11,8 kg
16,8 kg
20,0 kg
28,7 kg
45,0 kg
54,0 kg
250-300 cc
400-500 cc
750-850 cc
950-1100 cc
1100-1250 cc
1150-1300 cc
1350-1500 cc
1600-1800 cc
1800-2000 cc
2000-2500 cc
2200-2700 cc
2200-2700 cc
80-100 cc
125-130 cc
140-160 cc
130-150 cc
125-145 cc
120-135 cc
115-125 cc
100-110 cc
90-100 cc
70-85 cc
50-60 cc
40-50 cc
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar